- 21.39
- 0 Comments
Akhirnya blog ini dibangkitkan kembali,berkat waktu dan koneksi yang saling memahami.
Hampir setengah taun nggak silaturahmi,pertama kalinya mau nulis postingan lagi ternyata masih canggung harus memulai dari mana.Ternyata antara perasaan manusia dan dunia maya tak jauh berbeda.
Ternyata makin kesini postingan ini lebih mirip buku diary *gembokin pala pake kunci bentuk lambang cinta*
Baiklah beberapa perubahan terjadi akhir-akhir ini,setidaknya selama hampir setengah tahun blog tak bertuan ini tak tersentuh dan tak terjamah.
Akhirnya gue lulus sekolah.
Akhirnya gue bebas make rok diatas lutut bahkan diatas selangkangan.*dilindes massa FPI*
Tapi ternyata dunia tak seindah paha anak SMA.
Peraturan dikantor menjelaskan berbusana bawahan panjang bukan pilihan,tetapi kewajiban.Iya kewajiban.
Disamping lulus sekolah,gue baru sadar hati bisa lulus juga broh.
Disaat hati sudah terlalu lelah menanti.Akan ada masanya perasaan menjadi mati.
Dan akan ada masa dimana kita perlahan rela melepaskan.
Sekian postingan random dihari ini.
Kecup basah dan salam lidah untuk merayakan kebangkitan yang kesekian kalinya ini.
Muwach.
Hampir se
Ternyata makin kesini postingan ini lebih mirip buku diary *gembokin pala pake kunci bentuk lambang cinta*
Baiklah beberapa perubahan terjadi akhir-akhir ini,setidaknya selama hampir setengah tahun blog tak bertuan ini tak tersentuh dan tak terjamah.
Akhirnya gue lulus sekolah.
Akhirnya gue bebas make rok diatas lutut bahkan diatas selangkangan.*dilindes massa FPI*
Tapi ternyata dunia tak seindah paha anak SMA.
Peraturan dikantor menjelaskan berbusana bawahan panjang bukan pilihan,tetapi kewajiban.Iya kewajiban.
*zoom in zoom out kamera*
Disamping lulus sekolah,gue baru sadar hati bisa lulus juga broh.
Disaat hati sudah terlalu lelah menanti.Akan ada masanya perasaan menjadi mati.
Dan akan ada masa dimana kita perlahan rela melepaskan.
Sekian postingan random dihari ini.
Kecup basah dan salam lidah untuk merayakan kebangkitan yang kesekian kalinya ini.
Muwach.
- 19.51
- 0 Comments
Kalau boleh saya menyimpulkan diawal postingan, sebenarnya jalan-jalan kali ini didukung oleh seni fotografi yang biasa disebut Bokeh. Bokeh sendiri menurut mbah gugel definisinya seperti ini
Bokeh atau boke berasal dari bahasa Jepang yang artinya “mengaburkan”. Istilah bokeh dalam fotografi adalah efek kabur / tidak fokus / unfocused yang dihasilkan. Bokeh kita peroleh dengan memanfaatkan sisi terbatas dari lensa kamera dalam hal menentukan titik fokus. Sebenarnya, luas tidaknya bidang fokus dan bidang tidak fokus bisa kita atur dengan memanfaatkan bukaan diafragma lensa / lens aperture. Istilah luas tidaknya bidang fokus dalam fotografi disebut depth of field (DOF).
Bokeh dan titik fokus dimanfaatkan oleh fotografer untuk menonjolkan suatu obyek tertentu / obyek utama dengan fokus yang tajam, sedangkan latar sekitarnya dibuat kabur/blur.
Kalau definisi saya, bokeh itu bisa kalian dapatkan dengan cara menyipitkan mata dan menghilangkan fokus pandangan sehingga didapat objek disekeliling kita menjadi kabur dan yang terlihat dominan cahaya disekitar kita. Yap teknik bokeh ini dilakukan dimalam hari.
Bingung? Yaaaaaa memang logika suryaning putri sedikit membingungkan, gapapa yang penting kamu cinta.
Melanjutkan kalimat paling atas tadi, berasal dari makan malam di Recheese Factory yang ada di Plaza Royal. Perlu diketahui, meskipun boleh dibilang Recheese Factory ini mainstream. Tapi coba cek smoking areanya, letaknya dipinggir kaca yang langsung menghadap ke jalanan. Dari atas tentunya kalian bisa mendapatkan bokeh yang petchah!
Dan saya kepikiran mau lihat bokeh ditempat yang adem. Gimana kalau kita ke malang? Lebih spesifiknya di alun-alun batu ada bianglala yang memungkinkan saya bisa melihat lebih banyak bokeh yang lebih petchah. Dan pemikiran saya disambut dengan berberes meninggalkan royal, balik kosan ambil kamera. Udah. Saya berangkat malam itu juga.
Disambut dengan antrian yang mengular, yang mayoritas dedek gemes atau pasangan yang dimabuk cinta *halah*. Saya justru sibuk dengan kudu lungguh. Lelah. Surabaya-Malang. Dibudalkan saat itu juga bwos.
Bokeh atau boke berasal dari bahasa Jepang yang artinya “mengaburkan”. Istilah bokeh dalam fotografi adalah efek kabur / tidak fokus / unfocused yang dihasilkan. Bokeh kita peroleh dengan memanfaatkan sisi terbatas dari lensa kamera dalam hal menentukan titik fokus. Sebenarnya, luas tidaknya bidang fokus dan bidang tidak fokus bisa kita atur dengan memanfaatkan bukaan diafragma lensa / lens aperture. Istilah luas tidaknya bidang fokus dalam fotografi disebut depth of field (DOF).
Bokeh dan titik fokus dimanfaatkan oleh fotografer untuk menonjolkan suatu obyek tertentu / obyek utama dengan fokus yang tajam, sedangkan latar sekitarnya dibuat kabur/blur.
Kalau definisi saya, bokeh itu bisa kalian dapatkan dengan cara menyipitkan mata dan menghilangkan fokus pandangan sehingga didapat objek disekeliling kita menjadi kabur dan yang terlihat dominan cahaya disekitar kita. Yap teknik bokeh ini dilakukan dimalam hari.
Bingung? Yaaaaaa memang logika suryaning putri sedikit membingungkan, gapapa yang penting kamu cinta.
Melanjutkan kalimat paling atas tadi, berasal dari makan malam di Recheese Factory yang ada di Plaza Royal. Perlu diketahui, meskipun boleh dibilang Recheese Factory ini mainstream. Tapi coba cek smoking areanya, letaknya dipinggir kaca yang langsung menghadap ke jalanan. Dari atas tentunya kalian bisa mendapatkan bokeh yang petchah!
Disambut dengan antrian yang mengular, yang mayoritas dedek gemes atau pasangan yang dimabuk cinta *halah*. Saya justru sibuk dengan kudu lungguh. Lelah. Surabaya-Malang. Dibudalkan saat itu juga bwos.
Masih bersama dengan anak hutan.
Jadi bokeh yang saya dapatkan memang lebih petchah, lebih dingin, lebih pegel.
Asli.
Kesimpulan akhirnya, kali ini memang gara-gara bokeh saya melenceng jauh ke alun-alun batu. Tapi ndak apa. Namanya juga manusia.
*digampar optimus prime*
- 21.35
- 0 Comments
Semoga bukan saya satu-satunya yang menganggap topping kopi ini berbentuk kepala rusa.
Bukan saya bukan pecandu kopi seperti remaja kekinian pada umumnya. Saya bosan. Mau sok-sokan jalan. Tapi ujung-ujungnya ngopi di terminal, menyaksikan satu persatu bus melaju. Saya ngowos berduaan.
Mendamaikan perasaan yang ngebet jalan, saya ngopi cukup lama malam itu. Dari jam 11 malam hingga pukul setengah 2 dini hari saya baru beranjak.
Bukannya pulang.
Saya nangkring diatas jembatan penyebrangan.
Menghabiskan sisa keikhlasan yang tidak diikhlaskan, saya yang memang kecanduan ketinggian ditemani lampu dan kamu.
Selamat pagi dari kami pasukan penyambut dini hari.
Bukan saya bukan pecandu kopi seperti remaja kekinian pada umumnya. Saya bosan. Mau sok-sokan jalan. Tapi ujung-ujungnya ngopi di terminal, menyaksikan satu persatu bus melaju. Saya ngowos berduaan.
Mendamaikan perasaan yang ngebet jalan, saya ngopi cukup lama malam itu. Dari jam 11 malam hingga pukul setengah 2 dini hari saya baru beranjak.
Bukannya pulang.
Saya nangkring diatas jembatan penyebrangan.
Menghabiskan sisa keikhlasan yang tidak diikhlaskan, saya yang memang kecanduan ketinggian ditemani lampu dan kamu.
Selamat pagi dari kami pasukan penyambut dini hari.
- 19.49
- 0 Comments
Mungkin hanya akan ada foto kampret sebiji dibawah dalam postingan kali ini.
Berangkat dari ucapan saya nggak pernah ke bromo sama sekali, dan disupport oleh manusia yang domisili asalnya nggak jauh-jauh dari bromo.
Sabtu malam ditengah hiruk pikuk malam mingguan, saya yang memang lagi malam mingguan normal dengan dress code yang masih 'normal', curhat...putri belum pernah sama sekali main ke bromo. Dan ditanggapi dengan melajunya motor ke arah malang.
Iya naik motor, tepat dipergantian hari yang sayangnya malah kami ini yang nggak ganti baju. Gak bawa kamera. Gak bawa ka-me-ra.
Goblok se goblok gobloknya goblok yang goblok.
Goblok se goblok gobloknya goblok yang goblok.
Untuk jalur yang kami tempuh pokoknya lewat pasuruan dengan estimasi waktunya saya nggak bisa pastikan, karena perjalanan kali ini adalah perjalanan terwoles dalam sejarah pergunungan saya.
Mendarat di perbatasan pasuruan probolinggo...dengan masih linglung, antara naik nggak ya. Kita ini cuma berdua ditengah rumor banyaknya begal di daerah ini khususnya dimalam hari dan lagi-lagi disupport plat motor luar kota.
Tapi akhirnya dengan kekuatan bulan, kami sampai di loket masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan selamat.
Momen sunrisenya aja yang nggak selamat, saya menikmati sunrise diatas jalan yang berkelok-kelok, time management yaaaaaaang ahsudahlah.
Udah beli tiket yang rumornya tiap tahun makin meroket harganya, dan kita mandek cukup sampai penanjakan. Katuken kalau kata orang jawa.
Saya yang cuma pakai celana panjang, kaos tanpa lengan yang untungnya masih dibalut cardigan. Dan partner saya yang malah pakai celana pendek dan kemeja lengan panjang.
Mana kameranya gak ada.
Kami butiran pasir erupsi.
- 07.47
- 0 Comments
Ini tulisan perjalanan singkat saya yang pertama yang akan mengawali tulisan perjalanan singkat pertama saya. *dikaplok*
Hehe saya bingung harus memilih kalimat pembuka seperti apa.
Jumat malam, menikmati puing-puing recehan terakhir di tanggal 26. Iya. Saya telat gajian dan memilih minum es campur delapan ribuan dipinggir jalan. Berkhayal seketika gajian dan mengikrarkan janji, 'gajian kita turun, tancap minggat travellingan'.
Dan 15 menit kemudian gajian...............
*hening*
*hening*
*hening*
Sejam kemudian saya sudah nangkring di terminal bungurasih.
Memilah dan memilih bis, saya masuk ke bis jurusan surabaya-jogja.
Daaaaaaaan mendarat dengan awesome ditemani rekening yang sudah terisi.
Pertanyaannya mau kemana?
Ke tempat paling mainstream sejagat raya. Iya saya ke borobudur. Sudah jangan dicibir. Borobudur ini bukti bahwa nggak cuma manusia aja yang dilupakan, bahkan candi berkali-kali dilupakan.
Masuk dengan membayar tiket Rp. 20.000 per orang. Dan pake acara nyewa payung, sekitar Rp. 5.000 an. Iya kita kesiangan bangun tidur, dan melalui dahsyatnya sinar matahari pukul dua belas siang.
Tapi ndak apa. Namanya juga manusia tempatnya kesiangan dan kelupaan.
Melanjutkan perjalanan yang kesiangan berubah menjadi kesorean, saya ke tempat mainstream kedua di jogja. Taman sari.
Udah jangan dicibir.
Taman adalah tempat yang biasa disebut tempat pacaran.
Dan saya malah goler-goleran dirumput.
Logika suryaning putri, di tempat mainstream berkelakuan anti mainstream.
Itu saya tiduran sambil bikin light painting di rerumputan.
Karena saya ingin pandai, dan tidak melupakan kenangan. Saya mampir ke benteng. Bukan. Bukan benteng takeshi.
Hehe saya bingung harus memilih kalimat pembuka seperti apa.
Jumat malam, menikmati puing-puing recehan terakhir di tanggal 26. Iya. Saya telat gajian dan memilih minum es campur delapan ribuan dipinggir jalan. Berkhayal seketika gajian dan mengikrarkan janji, 'gajian kita turun, tancap minggat travellingan'.
Dan 15 menit kemudian gajian...............
*hening*
*hening*
*hening*
Sejam kemudian saya sudah nangkring di terminal bungurasih.
Memilah dan memilih bis, saya masuk ke bis jurusan surabaya-jogja.
Daaaaaaaan mendarat dengan awesome ditemani rekening yang sudah terisi.
Pertanyaannya mau kemana?
Ke tempat paling mainstream sejagat raya. Iya saya ke borobudur. Sudah jangan dicibir. Borobudur ini bukti bahwa nggak cuma manusia aja yang dilupakan, bahkan candi berkali-kali dilupakan.
Masuk dengan membayar tiket Rp. 20.000 per orang. Dan pake acara nyewa payung, sekitar Rp. 5.000 an. Iya kita kesiangan bangun tidur, dan melalui dahsyatnya sinar matahari pukul dua belas siang.
Tapi ndak apa. Namanya juga manusia tempatnya kesiangan dan kelupaan.
Udah jangan dicibir.
Taman adalah tempat yang biasa disebut tempat pacaran.
Dan saya malah goler-goleran dirumput.
Logika suryaning putri, di tempat mainstream berkelakuan anti mainstream.
Itu saya tiduran sambil bikin light painting di rerumputan.
Karena saya ingin pandai, dan tidak melupakan kenangan. Saya mampir ke benteng. Bukan. Bukan benteng takeshi.
Kali ini saya nggak terlalu fokus pada moto makanan. Atau nglayap ke pedalaman. Saya menepati janji setelah turunnya gajian. Dan akhirnya saya jadian.
- 17.44
- 0 Comments
Gue punya beberapa alasan kenapa gue jarang ngeblog lagi.
Bahas tentang ujian nasional yang alhamdulillah bisa terlewati :')))))))))
Ujian Nasional(Unas).Salah satu kegiatan yang menurut gue pribadi adalah buang-buang duit,tenaga dan nyawa.Iya nyawa.
Selain pocong,kunti dan genderuwo kini hadirlah Unas.
Unas telah menjadi setan baru dalam negara Indonesia.
Saking mengerikannya si unas bisa membunuh manusia tanpa ada usaha.
Unas nggak perlu nyanyi lingsir wengi atau sekedar lompat-lompat sambil make kain putih buat bikin manusia frustasi lalu bunuh diri.
Beberapa bahkan banyak siswa-siswi yang mendadak nggak realistis dan agak-agak mistis menjelang Unas.
Ada yang punya ritual nabur garam di meja pengawas.
Main ke dukun entah main monopoli atau main terawang kunci.
Sampe yang paling absurd,nge-joki.Beli kunci Unas dari joki yang....Iya ngawur semua jawabannya.
Balik lagi pada pemerintah dan dinas pendidikan.
Pemerintah bikin acara beginian buat sekedar ajang uji coba atau mencerdaskan bangsa?
20 paket soal+10 paket soal cadangan.
Harusnya ujian di KFC setempat sekalian.Biar selain dapet paket soal kita juga dapet paket super besar.
LJK yang makin tipis juga bikin gue heran,ampe gue ngiler kaya air keran.
Mungkin ada kolerasi antara pembalut revalina s temat yang super tipis dan penggagas LJK Unas 2013.
Dan terakhir yang bikin gue miris.
Ada 13 provinsi yang ujian nasionalnya terpaksa diundur,ujian malem-malem,naskah soal belom dicetak dan menteri pendidikan kita yang __________ *isi sendiri*
Gue menarik kesimpulan sekaligus pertanyaan.
Diluar negeri sana,murid di didik untuk menciptakan inovasi terbaru bukannya stuck di masa lalu.
Di Indonesia kita masih ribet ngurusin LJK+paket soalnya pemerintah.
Ulangan = Mengulang sesuatu yang sudah ada.
Kenapa harus ulangan?
Indonesia beserta dukun,joki,kepala sekolah dan aparat pemerintahan kita punya jawabannya.
- Kemaren gue sibuk ujian sekolah.
- Kemarennya lagi gue sibuk persiapan mau ujian sekolah
- Kemaren dari kemarennya lagi gue sibuk persiapan buat persiapan mau ujian sekolah
- Kemaren........*digampar*
Bahas tentang ujian nasional yang alhamdulillah bisa terlewati :')))))))))
Ujian Nasional(Unas).Salah satu kegiatan yang menurut gue pribadi adalah buang-buang duit,tenaga dan nyawa.Iya nyawa.
Selain pocong,kunti dan genderuwo kini hadirlah Unas.
Unas telah menjadi setan baru dalam negara Indonesia.
Saking mengerikannya si unas bisa membunuh manusia tanpa ada usaha.
Unas nggak perlu nyanyi lingsir wengi atau sekedar lompat-lompat sambil make kain putih buat bikin manusia frustasi lalu bunuh diri.
Beberapa bahkan banyak siswa-siswi yang mendadak nggak realistis dan agak-agak mistis menjelang Unas.
Ada yang punya ritual nabur garam di meja pengawas.
Main ke dukun entah main monopoli atau main terawang kunci.
Sampe yang paling absurd,nge-joki.Beli kunci Unas dari joki yang....Iya ngawur semua jawabannya.
Balik lagi pada pemerintah dan dinas pendidikan.
Pemerintah bikin acara beginian buat sekedar ajang uji coba atau mencerdaskan bangsa?
20 paket soal+10 paket soal cadangan.
Harusnya ujian di KFC setempat sekalian.Biar selain dapet paket soal kita juga dapet paket super besar.
LJK yang makin tipis juga bikin gue heran,ampe gue ngiler kaya air keran.
Mungkin ada kolerasi antara pembalut revalina s temat yang super tipis dan penggagas LJK Unas 2013.
Dan terakhir yang bikin gue miris.
Ada 13 provinsi yang ujian nasionalnya terpaksa diundur,ujian malem-malem,naskah soal belom dicetak dan menteri pendidikan kita yang __________ *isi sendiri*
Gue menarik kesimpulan sekaligus pertanyaan.
Diluar negeri sana,murid di didik untuk menciptakan inovasi terbaru bukannya stuck di masa lalu.
Di Indonesia kita masih ribet ngurusin LJK+paket soalnya pemerintah.
Ulangan = Mengulang sesuatu yang sudah ada.
Kenapa harus ulangan?
Indonesia beserta dukun,joki,kepala sekolah dan aparat pemerintahan kita punya jawabannya.
- 09.18
- 3 Comments














